Admin Myindischool

headerBanner
Tips Menghindari Perilaku Konsumtif

Tips Menghindari Perilaku Konsumtif

IndiSchool - Mytips · Posted by Admin Myindischool


Senin, 17 April 2017 14:14 WIB 7503 1 0

Apakah kamu termasuk orang yang berperilaku boros atau konsumtif? Berperilaku konsumtif itu bukan sikap yang baik, apalagi dalam masalah keuangan ya teman. Keinginan untuk terus belanja akan membahayakan kondisi keuangan kamu loh. Kalau kamu ngga bisa menghilangkan perilaku konsumtif tersebut, kamu akan mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan bisa aja malah terlilit utang loh! Ga mau kan?

Terus, gimana dong caranya untuk menghilangkan perilaku boros atau konsumtif tersebut? Ini dia!

1. Mengatur keuangan

Belajarlah mengatur keuangan kamu dengan memperhatikan setiap pemasukan dan pengeluaran jadi kamu bisa menghindari membelanjakan uang untuk barang yang kurang penting.

2. Menabung

Kelihatannya sederhana, tapi ngga semua orang bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung, apalagi mereka yang bergaya hidup konsumtif. diakui atau tidak, banyak yang belum menyadari akan pentingnya menabung. Sekadar kesadaran mungkin sudah ada, tetapi belum terealisasi secara terus menerus. Menabung tidak harus dalam jumlah banyak. kalau hal ini dilakukan secara terus menerus, tentu nilai tabungan akan semakin banyak, sehingga bisa menjadi dana cadangan ketika memiliki kebutuhan mendadak.

3. Membuat Anggaran Belanja

Anggaran belanja termasuk salah satu alat untuk mengatur aliran dana. Setiap pengeluaran harus diatur dalam pos-pos yang jelas. Membuat anggaran belanja sih mudah, tapi menepatinya itu yang susah. Apalagi saat godaan belanja barang-barang di luar kebutuhan selalu menghampiri. jadi, kendalikan diri kamu ya supaya anggaran belanja yang sudah kamu buat dapat ditepati.

4. Prioritaskan Kebutuhan

Harus dipahami kalau kebutuhan ngga sama dengan keinginan dan keperluan. Sederhananya, butuh selalu perlu, sedangkan perlu tidak selalu butuh. Jadi, kebutuhan memiliki 'derajat' yang lebih tinggi daripada keperluan atau hanya sekadar keinginan. Nah, untuk beranjak dari perilaku konsumtif, prioritaskanlah kebutuhan. belilah barang yang memang kamu butuhkan. Jangan membeli barang karena ikut-ikutan atau ingin dibilang keren. Pastikan barang yang kamu beli memang diperlukan. Budaya membeli barang karena sedang tren bisa menjerumuskan kamu pada kehidupan konsumtif.

5. Jadilah Diri Sendiri, Jangan Ikut-Ikutan Orang Lain

Seringkali, perilaku konsumtif timbul karena pengaruh perilaku orang lain. Jika di sekeliling Kamu banyak orang yang berperilaku konsumtif, bisa saja Kamu mengikuti mereka.

6. Hindari Pemakaian Kartu Kredit

Transaksi dengan kartu kredit yang bersifat virtual tanpa uang tunai dan tinggal gesek seolah 'menyihir' penggunanya untuk belanja dan terus belanja. Asyik dan nyaman memang ketika menggunakannya, tetapi ketika sadar banyaknya tagihan dan pengeluaran barulah akan menyesakkan dada. Belanja menggunakan kartu kredit sebenarnya sah-sah saja, asal Kamu memiliki komitmen dan kontrol diri yang kuat. Buat kamu yang cenderung 'latah' sebaiknya hindari deh belanja dengan kartu kredit dan lebih bijak kalau menggunakan uang tunai saja. Dengan begitu, kamu tetap bisa mengontrol pengeluaran kamu.

7. Kurangi Jalan-Jalan & "Cuci Mata" Di Mall

Jalan-jalan dan cuci mata di mal emang mengasyikkan, tapi akan berbahaya, kalau hal ini jadi kebiasaan, lama-lama akan menguras kantong kamu loh! kenapa? Cuci mata di pusat perbelanjaan berpotensi menimbulkan niat belanja yang ngga terduga dan terencana. Ketika melihat suatu barang yang di-display di toko, bisa jadi kamu langsung tertarik dan ingin membelinya meskipun tidak ada rencana untuk membelinya dalam daftar belanja yang telah kamu buat.

8. Cermatlah Ketika Membeli Barang

Mahal ngga selalu berkualitas, dan murah ngga selalu murahan. sepertinya prinsip tersebut perlu bahkan wajib kamu terapkan ketika membeli suatu barang. Membeli barang berdasarkan fungsi akan lebih bijak dibandingkan berdasarkan merek hanya untuk menunjang gengsi.

9. Beramal dan Bersedekah

Cara yang satu ini memang berbau religi, tapi tak kalah ampuh untuk mengubah perilaku konsumtif. Dengan beramal dan bersedekah berarti kamu telah berbagi dengan orang-orang yang secara ekonomi tidak seberuntung kamu. Pesan moralnya, dengan bersedekah, memberikan sumbangan atau donasi ke lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, panti jompo, atau fakir miskin, kamu telah membantu meringankan beban mereka.


Baca Juga



Ada 1 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.223 Member Bergabung
Copyright © 2020 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com