Wahyu Prasetyo

Last login time
16 Januari 2016



headerBanner
Merdeka dan HAM

Merdeka dan HAM

IndiSchool - Myschool · Posted by Wahyu Prasetyo


Rabu, 9 September 2015 7:34 WIB 2880 0 59

Hanya tiga kaum yang benar-benar merdeka di Indonesia: aparat negara, bajingan, dan orang gila. Makna harfiah kata merdeka adalah bebas dari perhambaan, dan itu termasuk misi Tuhan. Di negara-negara demokrasi, merdeka juga bermuradif bahwa setiap orang dijamin hak asasinya. Sebab itu, kemerdekaan tanpa jaminan atas hak asasi manusia (HAM) bukanlah kemerdekaan hakiki. Dan sejarah telah mencatat: merdeka adalah tugas yang tak tuntas, dan berlarat-larat.

Saya amat yakin menyebut Tuhan sebagai tokoh pertama di jagat raya yang mendukung kemerdekaan umat manusia. Buktinya, seperti diimani monoteis Yahudi, Kristen, dan Islam, Allah mengutus Nabi Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Firaun di Mesir. Eksodus yang memerdekakan Israel itu terjadi 3.459 tahun yang lalu. Jauh setelah titah Tuhan kepada Musa, tahun 1215 di Inggris, Magna Carta dipermaklumkan untuk membatasi kekuasaan raja yang absolut. Piagam ini kemudian disebut sebagai tunas HAM.

Pada 10 Desember 1948 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, berisi 30 pasal yang menjamin hak dan kebebasan mendasar setiap orang. Di antaranya hak atas pekerjaan dan upah layak, persamaan hak dalam peradilan, hak atas pendidikan gratis di sekolah dasar, kebebasan berpindah agama dan kewarganegaraan, serta kebebasan mengekspresikan pikiran. Hak asasi ini berlaku sama untuk semua orang tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, dan kelas sosial; saling bertalian, tidak dapat dicabut, dan wajib ditaati pemangku pemerintahan. Tapi sebagian negara muslim menolak untuk meratifikasi Deklarasi Universal HAM dengan alasan adanya pasal-pasal yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti hak menikah dengan orang berbeda agama dan kebebasan untuk beralih agama. Sebaliknya, pemimpin Katolik Paus Yohanes Paulus II menyebut manifesto HAM PBB sebagai "salah satu ekspresi hati nurani manusia yang paling tinggi". Indonesia sendiri baru menandatangani deklarasi ini setelah jatuhnya Presiden Soeharto, dan mengejawantahkannya dalam amendemen UUD 1945.

Lalu, sekarang, apakah warga negara Republik Indonesia sudah benar-benar merdeka dan menuai hak asasinya? Barangkali banyak orang serta-merta mengiakan hanya karena Kompeni telah hengkang dari Republik. Padahal, marilah jujur kepada diri sendiri, justru banyak rakyat kita yang kemerdekaan pribadinya dijajah dan hak asasinya tak dipenuhi oleh pemerintah. Tiap hari kita bisa menemukan buktinya di lembaran surat kabar dan layar televisi.

Keadilan hukum, misalnya, cuma milik sebagian warga negara--mereka yang berduit, berjabatan, berotak cerdas, pemberani, punya beking, termasuk bandit. Rakyat kecil yang buta hukum kerap harus "menjual sapi" bila ingin melaporkan "kehilangan kambing". Polisi menangkap warga desa karena berkartu joker di rumah tetangga, dalam melek-melekan merayakan kelahiran anaknya, padahal bandar togel tak terjamah hukum. Berita-berita koran mengecam pemilik pabrik karena membayar buruhnya di bawah standar upah minimum, padahal sebagian besar media cetak Indonesia tidak menggaji wartawannya dan mengeksploitasi mereka seburuk budak.

Kemerdekaan adalah barang mewah yang apabila sudah di tangan harus tetap digenggam dan jangan sekali-kali dibiarkan dirampas. Jika anda belum merdeka, entah dalam pekerjaan, agama, politik, pendidikan, atau bahkan pernikahan, sudah saatnya untuk bangkit dan membuktikan bahwa anda diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang berdaulat dan sederajat, bukan jajahan bos koruptif di kantor atau suami anda di rumah. Orang yang merdeka tidak merelakan dirinya dibelenggu, apalagi ditindas, oleh bani Adam yang lain.


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.137 Member Bergabung
Copyright © 2019 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com