indra gunawan

Last login time
19 Februari 2019



headerBanner
Yuk, Cegah Stunting dan Kenali Penyebabnya

Yuk, Cegah Stunting dan Kenali Penyebabnya

IndiSchool - Myinfo · Posted by indra gunawan


Senin, 21 Januari 2019 9:53 WIB 181 0 0

Pernah mendengar istilah stunting? Jika iya, tahukah kamu artinya. Jika belum, berikut ulasannya untuk menambah wawasan kamu agar memberikan pemahaman bahwa mereka yang terdampak stunting pun sebenarnya tidak ingin mengalaminya. Namun, karena berbagai hal, kondisi inipun harus mereka terima. Meskipun begitu, anak bisa terhindari dari stunting jika mengetahui apa penyebabnya.

Dikutip dari depkes.go.id, pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.

Lalu, apa itu Stunting (pendek)? Adalah pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standar akibat gangguan/kekurangan gizi kronis. Terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan. Selain kurang gizi, stunting juga disebabkan oleh sanitasi yang buruk, kurang tersedianya air bersih yang memadai, pengasuhan yang buruk, dan penyakit infeksi yang menahun dan berbahaya sehingga tubuh tidak mampu menyerap sari-sari makanan dengan baik.

Dengan kata lain, stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Tidak hanya itu, faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein. Selain itu, faktor lain penyebab stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi.

Bahkan, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. Untuk mencegahnya, perbanyak konsumsi makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung ketika dewasa tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.468.982 Member Bergabung
Copyright © 2019 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com