indra gunawan

Last login time
29 Juni 2020



headerBanner
Wow! Angka Partisipasi Kerja Lulusan SMK Terus Meningkat Setiap Tahun

Wow! Angka Partisipasi Kerja Lulusan SMK Terus Meningkat Setiap Tahun

IndiSchool - Myinfo · Posted by indra gunawan


Senin, 12 November 2018 9:34 WIB 784 0 0

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 hingga 2018, SMK merupakan tingkat pendidikan yang persentase pengangguran terbukanya selalu mengalami penurunan tiap tahunnya. Itu artinya, angka partisipasi kerja lulusan SMK terus meningkat setiap tahun.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Jakarta, menjelaskan, data Sakernas BPS tersebut memperhitungkan lulusan SMK yang belum mendapat intervensi kebijakan Revitalisasi SMK.

"Saya optimis Indonesia dengan Revitalisasi SMK sudah berada di jalan yang benar. Hanya saja kita harus bekerja lebih keras lagi," ujar Mendikbud, seperti yang dilansir dari kemdikbud.go.id.

Berdasarkan Sakernas BPS tahun 2014-2018, pada Agustus 2015 terdapat 10,8 juta lulusan SMK yang terserap di dunia kerja, dan terus meningkat menjadi 12,1 juta (Agustus 2016); 12,5 juta (Agustus 2017); dan 13,6 juta (Agustus 2018).

Sementara itu, angka pengangguran dari lulusan SMK terus menurun, yakni 9,84 persen (2016); 9,27 persen (2017); dan 8,92 persen (2018). Artinya, setiap tahunnya rasio antara keterserapan lulusan SMK ke industri dengan angkatan kerja nasional selalu menunjukkan data yang positif.

Mendikbud meyakini bahwa Program Revitalisasi SMK yang sudah berjalan akan semakin meningkatkan angka partisipasi kerja lulusan SMK.

Sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia, Kemendikbud telah menjalankan beberapa kebijakan untuk mengimplementasikan Revitalisasi SMK.

Beberapa kebijakan, antara lain membuat peta jalan pengembangan SMK; pengembangan dan penyelarasan kurikulum; kerja sama sekolah dengan dunia usaha, industri, serta perguruan tinggi; dan inovasi pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan.

Ia menjelaskan, ada tiga jenis guru yang mengajar di SMK, yaitu guru adaptif (mengajar mata pelajaran murni, seperti matematika, fisika, kimia), guru normatif (mengajar mata pelajaran agama dan Pancasila), dan guru produktif (mengajar sesuai dengan bidang keahlian).

Berdasarkan data, jumlah guru produktif hanya sebesar 37 persen dari total kebutuhan 91.000 guru. Melalui Program Keahlian Ganda, guru adaptif diberikan pelatihan dan melakukan praktik kerja industri.

Foto : dok. kemdikbud.go.id


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.278 Member Bergabung
Copyright © 2021 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com