indra gunawan

Last login time
29 Juni 2020



headerBanner
Negara Ini Jadi Rujukan Sistem Pendidikan Formal dan Nonformal  Indonesia

Negara Ini Jadi Rujukan Sistem Pendidikan Formal dan Nonformal Indonesia

IndiSchool - Myinfo · Posted by indra gunawan


Senin, 10 September 2018 10:47 WIB 1911 0 0

Keberhasilan Denmark menjadi negara yang menempati posisi ke-5 tertinggi dalam IPM di dunia Pendidikan membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberi perhatian kepada negara teraman di dunia ini untuk menjadi rujukan dunia pendidikan tanah air.

Saat kunjungan ke Lego Education di Billund, Denmark, Mendikbud dan jajarannya menerima pemaparan dan melihat langsung bagaimana siswa diajak berfikir kreatif, sistematis, dan mampu mengembangkan kemampuan individunya.

Mendikbud terkesan dengan aktivitas bermain sambil belajar yang dilakukan anak-anak di sana. Bagaimana anak-anak bermain sambil belajar, bekerja secara kelompok dengan kompak dan kreatif, lalu mengambil makanan dan membersihkan sisa makanan secara mandiri.

"Walaupun materi pelajarannya serius dan lumayan berat, tetapi dilakukan dengan sangat menyenangkan. Ini akan membentuk karakter yang baik," jelas Muhadjir Effendy, seperti yang dikutip dari kemdikbud.go.id.

Menyikapi hal ini, Presiden Lego Education Esben Staerk menambahkan, pihaknya secara terus menerus melakukan kajian dan inovasi pembelajaran untuk anak-anak usia 3 hingga 16 tahun. Fokusnya, meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika.

"Kami merancang sumber daya berdasarkan sistem kursus dan menggabungkan dengan kurikulum dan sumberdaya digital," ucapnya.

Mendikbud menyebut penggabungan sistem pendidikan formal dan nonformal (kursus) di Denmark sebagai sesuatu yang menarik. Dengan demikian, tidak ada kesan diskriminasi bahwa pendidikan nonformal dinomor duakan, bahkan menjadi solusi menjawab kebutuhan keterampilan tenaga kerja.

Sistem tersebut juga tercermin dari kunjungan pada hari kedua di Technical Education Copenhagen (TEC) dan Niels Brock Copenhagen Bussiness College. Demikian pula penjelasan Sekretaris Permanen Menteri Pendidikan Denmark Sharon Hartman yang menegaskan tidak ada pemisahan sistem pendidikan formal dan informal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan (Kemendikbud) Didik Suhardi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan segera mengirimkan instruktur/pelatih guru untuk magang di lembaga-lembaga pelatihan ternama di Denmark tersebut.

"TEC merupakan contoh yang sangat baik bagaimana pendidikan formal, kursus dan korporasi dapat berkolaborasi menjawab tantangan dunia industri. Dia merupakan gabungan dari SMK-SMK dan lembaga kursus kecil yang kemudian menjadi rujukan pendidikan vokasi yang sangat baik," ungkap Didik.

Kemendikbud juga menawarkan kepada siswa-siswi di Denmark untuk melamar beasiswa Darmasiswa ke Indonesia. Tahun 2017 hingga tahun 2018 ini tak satupun siswa asal Denmark mengikuti program belajar Bahasa dan budaya Indonesia itu, padahal pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada. Menurut Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Suharti, melalui Darmasiswa, pelajar Denmark dapat belajar bahasa dan budaya yang juga penting dalam mengembangkan bisnis internasional.

"Darmasiswa sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa dan budaya Indonesia. Program non-degree ini dibiayai oleh pemerintah untuk durasi selama satu tahun," kata Suharti saat berdialog dengan siswa di Niels Brock Copenhagen Bussiness College.

Foto : Dok. kemdikbud.go.id.


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.236 Member Bergabung
Copyright © 2020 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com