Fhie Niedha

Last login time
15 Mei 2014



headerBanner
Benarkah Orang Tersesat Selalu Berjalan Melingkar?

Benarkah Orang Tersesat Selalu Berjalan Melingkar?

IndiSchool - Myinfo · Posted by Fhie Niedha


Senin, 12 Mei 2014 20:18 WIB 4323 0 2

Banyak dari kita yang pernah mengalami peristiwa tersesat semacam ini. kita melangkah mencari rumah seseorang di sebuah kompleks perumahan, menelusuri jalan demi jalan sambil tengak tengok tapi tak juga ketemu dan tiba-tiba kita menyadari telah melewati jalan yang sekarang kita lalui.

Atau, yang lebih menggelikan, kita tersesat di mal. Mau mencari toilet, kita mengikuti petunjuk yang tertera di dinding, menelusuri anak panah demi anak panah yang mengarahkan ke toilet. Tetapi, bukannya sampai ke toilet, kita malah melingkar dan sampai ke tempat semula.

Mengapa kita cenderung tersesat dengan 'posisi' melingkar? Karena seringnya kejadian itu pula, muncullah kepercayaan bahwa orang yang tersesat memang hanya berjalan berputar-putar. Benarkah seperti itu?

Untuk membuktikan hal tersebut, sekelompok peneliti dari Max Planck Insitute di Tubingen, Jerman, melakukan riset untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi ketika orang sedang tersesat dalam perjalanan. Mereka melakukan studi dengan mengunakan GPS (Global Positioning System) untuk melacak para relawan yang melakukan perjalanan di padang pasir Sahara di Tunisia dan hutan Bienwald di Jerman.

Berdasarkan studi itu, para peneliti menemukan para peserta yang hanya dapat melakukan perjalanan lurus ketika mataharai atau bulan terlihat. Ketika matahari dan bulan tidak terlihat atau tertutup awan, para peserta yang sedang berjalan itu tanpa sadar bergerak memutar. Dr. Jan Souman, yang memimpin penelitian, menyatakan tentang mitos yang berjalan dalam sebuah lingkaran ketika tersesat memang benar.

"Tanpa petunjuk, kita akan cenderung berjalan memutar," ujar Dr. Jan Souman. "Orang-orang tidak dapat berjalan dengan garis lurus jika tidak memiliki petunjuk yang jelas, seperti sebuah menara atau gunung dari kejauhan, atau matahari maupun bulan, dan seringnya akan berakhir berjalan melingkar. "

Pada penelitian awal, para relawan dalam studi ini berjalan dengan mata terbuka. Untuk menegaskan kesimpulan, sekali lagi para relawan dilepaskan ditempat yang sama, namn kali dengan mata tertutup. Hasilnya, orang-orang itu cenderung melangkah kea rah melingkar, bukan berjalan dalam garis lurus.

Mengapa kenyataan itu bias terjadi? Salah satu alasan utama yang paling memungkinkan adalah karena salah satu kaki rata-rata orang lebih panjang atau lebih kuat, yang meningkatkan ketidakpastian dalam berjalan lurus. Dr. Jan Souman menyatakan, "Sebuah kesalahan acak di berbagai tanda indrawi yang menyediakan informasi mengenaiarah berjalan bertambah setiap saat, dan itu membuat pikiran orang mengenai berjalan lurus menjadi kabur serta menjauh dari pandangan arah lurus sebenarnya."

Pepatah lama masih berlaku sampai sekarang. Malu bertanya sesat di jalan. :)


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.210 Member Bergabung
Copyright © 2019 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com