Iwan Hernawan

Last login time
7 Juni 2014



headerBanner
Ayo Jadi Remaja yang

Ayo Jadi Remaja yang " Sehat, Cerdas, Ceria"

IndiSchool - Myinfo · Posted by Iwan Hernawan


Selasa, 13 Mei 2014 12:56 WIB 5412 0 1

Hallo, kali ini saya akan share mengenai masalah-masalah pada kehidupan remaja di Indonesia. Kamu pasti sering mendengar pepatah,

"Di dalam jiwa yang sehat, terdapat tubuh yang kuat"

Bukan merupakan rahasia lagi jika masalah kesehatan di Indonesia adalah masalah yang kompleks, mulai dari biaya kesehatan yang mahal, pelayanan kesehatan yang kurang merata, dan masih banyak lagi.

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 240 juta jiwa. Bukan hal mudah bagi pemerintah untuk memberi pelayanan kesehatan ke semua rakyatnya dengan merata, apalagi dibumbui dengan aroma korupsi di segala bidang.

Sadar akan kesehatan tentunya harus disadari sejak dini, sejak masa kanak-kanak dan remaja. Apalagi dewasa ini, tingkat seks bebas pada usia remaja sudah mencapai 64 juta jiwa. Artinya tingkat kelahiran pada usia remaja terjadi pada 48/1000 kelahiran (sumber). Menghadapi situasi memprihatinkan ini, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuat suatu program bernama Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja atau biasa disebut dengan PIK-KRR.

"Ada yang tau tentang PIK-KRR?"

"tidaaak..."

PIK-KRR adalah suatu wadah kegiatan program yang dibuat oleh BKKBN yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja yang berguna untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta persiapan keluarga berencana.

Seperti yang kita ketahui, masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju masa remaja. Kehidupan remaja merupakan masa yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan para remaja itu sendiri. Isu-isu TRIAD PIK-KRR yakni Seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza merupakan isu yang sangat aktual dan perlu diperhatikan oleh semua pihak. Apabila kasus remaja ini dibiarkan, sudah pasti akan merusak masa depan bangsa Indonesia.

Berikut penjelasan mengenai masalah TRIAD PIK-KRR:

1. SEKSUALITAS

a. Seks Pra-nikah

Berdasar survey pada tahun 2003, diketahui bahwa remaja yang pernah melakukan hubungan seks diluar pernikahan pada usia 14-19 tahun adalah laki-laki sebesar 30.9% dan perempuan sebesar 34,7%. Sedangkan pada usia 20-24 tahun adalah laki-laki sebesar 46,5% dan perempuan sebesar 48,6 persen. Ini berarti pada usia remaja kurang lebih 50% dari jumlah remaja di Indonesia sudah pernah melakukan hubungan seks diluar nikah.

b. Aborsi

Berdasarkan data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI, Rakyat Merdeka, tahun 2006) yang merujuk pada data Terry Hull dkk. (1993) dan Utomo dkk. (2001) didapatkan bahwa 2,5 juta perempuan pernah melakukan aborsi per tahun, 27% (? 700 ribu) dilakukan oleh remaja, dan sebagian besar dilakukan dengan cara tidak aman. Sekitar 30-35% aborsi ini adalah penyumbang kematian ibu (307/100 ribu kelahiran) dan tercatat bahwa Angka Kematian Ibu (Mother Mortality Rate) di Indonesia adalah 10 kali lebih besar dari Singapura.

2. HIV/AIDS

Secara kumulatif jumlah kasus AIDS sampai dengan September 2009 sebesar 18.442 kasus. Berdasarkan cara penularannya secara kumulatif dilaporkan antara lain melalui heteroseksual 49,7%, IDU 40,7%, homoseksual 3,4%, perinatal 2,5%, transfusi darah 0,1%, dan tidak diketahui 3,7%. Menurut 4 golongan usia tertinggi adalah usia 20-29 tahun sebanyak 49,6%, usia 30-39 tahun 29,8%, usia 40-49 tahun 8,7%, usia 15-19 tahun 3,0%. Perbandingan persentase kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 74,5% : 25,5% atau 3 : 1.

3. NAPZA (NARKOBA)

Berdasarkan data BNN 2004, menunjukan bahwa 1,5% dari jumlah penduduk Indonesia (3.2 juta jiwa) adalah pengguna narkoba. Dari jumlah tersebut, 78% diantaranya adalah remaja usia 20-29 tahun.

LANDASAN HUKUM

SASARAN

Sasaran yang terkait dengan pembentukan, pengembangan, pengelolaan, pelayanan dan pembinaan PIK Remaja, sebagai berikut :

a. Pembina
  1. Pembina PIK Remaja adalah seseorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberi dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yang berasal dari Pemerintah,
  2. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya, seperti : Pemerintah: Kepala desa/lurah, camat, bupati, walikota, pimpinan SKPDKB.
  3. Pimpinan LSM: pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat (seperti: pengurus masjid, pastor, pendeta, pedande, biksu) dan pimpinan kelompok dan organisasi pemuda.
  4. Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio dan TV) Rektor/Dekan, kepala SLTP, SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite sekolah.
  5. Orang tua, melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR), majelis ta'lim, program PKK.
  6. Pimpinan kelompok sebaya melalui program Karang Taruna, pramuka, remaja masjid/gereja/vihara.

b. Pengelola PIK Remaja

Pengelola PIK Remaja adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK Remaja serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Pengelola PIK Remaja terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup PIK Remaja meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan ciri dan minat remaja.

Salam Remaja...


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.469.210 Member Bergabung
Copyright © 2019 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com