Super Administrator

headerBanner
Tulisan : Sekolah Kehidupan

Tulisan : Sekolah Kehidupan

IndiSchool - Myschool · Posted by Super Administrator


Rabu, 5 Maret 2014 10:20 WIB 5225 1 4

Hidup itu seperti sekolah saja. Ada masanya kelas dasar. Ada masanya lulus. Yang berarti lulus dari hidup adalah mati. Mengapa saya analogikan seperti itu?

Permasalahan hidup yang sedang kita hadapi, bermacam bentuknya, bermacam rasanya adalah mata pelajaran dalam hidup. Seperti halnya matematika, bahasa, ipa, ips. Setiap masalah adalah mata pelajaran. Dan akan selalu ada ujian akhirnya untuk masuk ke tahap yang lebih berat lagi.

Karena namanya pelajaran. Maka seseorang yang lulus adalah orang yang telah mampu memahami dan mendapatkan pemahaman yang tepat dari mata pelajaran tersebut. Sama seperti masalah hidup, sejatinya dia didatangkan kepada kita untuk memberi kita satu pemahaman baru. Pelajaran hidup yang berharga. Seandainya kita gagal memahami dan mendapatkan pelajaran hidup itu. Maka yang terjadi sama seperti saat kita gagal lulus dalam satu mata pelajaran. Mengulang. Remidial. 

Akan terus seperti itu sampai kita dapat dikatakan lulus dari satu ujian. Yang perlu kita tahu adalah. Hidup bukanlah sekolah formal. Ini adalah sekolah kehidupan. Dimana gurunya bisa jadi sebatang rumput. Seekor burung. Sesosok manusia. Atau sebuah kejadian. Yang kelasnya bisa jadi alam raya, kehidupan sosial, interaksi manusia. Yang rasa mata pelajarannya bisa jadi rasa kecewa, rasa bahagia, patah hati, kesedihan. Apapun itu.

Ada pula orang yang berusaha men-skip mata pelajaran hidupnya dengan menghindarinya atau menyerah. Maka, perlu dipahami bahwa sejatinya untuk satu pelajaran hidup tersebut. Dia tidak pernah lulus. Kelak, di masa yang akan datang, bila ada permasalahan hidup yang serupa. Dia akan melakukan hal yang sama. Menghindarinya. Ketika anak-anaknya mengalami masalah serupa, dia tidak bisa memberikan nasihat dan bekal yang baik untuk anak-anaknya. Sebab dia sendiri tidak lulus.

Allah menyampaikan hikmah, menyampaikan pesan-Nya melalui masalah-masalah. Melalui ujian. Agar kita bisa merasakan dan memahami. Bahwa dalam sekolah kehidupan. Segalanya adalah praktikum. Bukan sekedar teori duduk manis di kelas kehidupan. Segalanya adalah bentuk tindakan, perasaan, dialami, di pahami.

Jika saat ini kita mengalami satu masalah hidup. Hadapi dan luluslah. Dan persiapkan diri untuk masalah hidup selanjutnya yang pasti jauh lebih rumit. Pelajaran terpenting dari setiap masalah sebelumnya digunakan untuk menghadapi masalah berikutnya. Begitu seterusnya. Hingga banyak pemahaman hidup yang masuk ke dalam hidup kita. Hingga kita bisa menjadi manusia yang arif dan bijaksana. Manusia yang dekat dengan Tuhannya. 

Jika saat ini kita mengalami satu masalah hidup. Berpikirlah berkali-kali ketika memilih untuk menghindarinya. Alamilah, rasakanlah. Sekalipun kita harus mengulang ujian hidup itu lebih dari satu kali. Percayalah bahwa itu adalah proses hidup yang memang menjadi milik kita. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Dalam sekolah kehidupan, tidak penting orang lain lebih pintar atau lebih bodoh. Sekolah kehidupan mengajarkan bagaimana kita menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri.

Kelak, pemahaman itu akan menjadi bekal kita ketika menjadi guru untuk anak-anak kita. Ketika mereka mengalami masalah yang serupa dengan kita saat ini. Kita bisa memberikan nasihat terbaik berdasar pengalaman kita. Agar anak-anak kita bisa lebh cepat mencari jalan keluar dan memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik. Itulah fungsi sekolah kehidupan. Memperbaiki masa depan siapapun. 

Sekolah kehidupan ini mengajarkan jauh lebih banyak. Dan orang-orang yang bisa bertahan hingga lulus adalah orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai pembelajar. Banyak orang yang tidak lulus dalam hidup ini. Berhenti sekolah dan memilih keluar. Menjadi manusia yang tidak mengerti banyak tentang hidup. Sekedar menjalani hari menunggu mati. Sekolah kehidupan ini adalah bekal, selayaknya sekolah formal. Sekolah kehidupan adalah bekal kita untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan pasca sekolah. Yaitu, kematian. 


Baca Juga



Ada 1 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.217.943 Member Bergabung
Copyright © 2016 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com