headerBanner
Perilaku Bullying di Kalangan Pelajar

Perilaku Bullying di Kalangan Pelajar

IndiSchool - Myschool · Posted by Admin Indischool


Rabu, 30 April 2014 10:11 WIB 9106 2 5

Budaya bullying (kekerasan) atas nama senioritas sampai saat ini masih terus terjadi di kalangan pelajar. karena meresahkan, pemerintah didesak segera menangani masalah ini secara serius. Karena hal ini merupakan tindakan negatif yang membuat si korban merasa tidak nyaman.

Bullying merupakan salah satu tindakan agresi yang dilakukan satu orang dengan tujuan untuk menyakiti atau mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Mereka yang menjadi korban bullying kemungkinan akan menderita depresi dan kurang percaya diri. Yang akhirnya membuat korban bullying akan mengalami kesulitan dalam bergaul.

Secara umum, sekitar 5 persen dari peserta didik SMA dilaporkan terancam dan 6,6 persen secara fisik diintimidasi seperti didorong, dijambak, disandung, diejek, atau diludahi. Kebanyakan bullying terjadi di lorong sekolah, tangga, atau di dalam kelas. Dan beberapa kasus, peserta didik diintimidasi di kamar mandi, ruang ganti, kantin sekolah, atau bus sekolah. Pelajar yang lebih muda (junior) lebih mungkin diganggu oleh seniornya.

Ada  beberapa bentuk bullying. Bullying dalam bentuk fisik, contohnya memukul, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang. Bullying dalam bentuk psikologis seperti, mengucilkan, menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-ngolok, secara sengaja mengisolasi seseorang, menghancurkan reputasi seseorang dan mengasingkan seseorang secara sosial.

Bullying  dalam bentuk verbal, seperti menghina, membentak, menggunakan kata-kata kasar, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacaran, dan ketidakmampuan. Bullying dalam bentuk sosial seperti mengucilkan, dan mengabaikan orang. Jaman modern sekarang ini tindakan bullying juga bisa melalui gadget, dan media sosial yang disebut Cyberbullying. Cyberbullying adalah saat seseorang dihina-hina, diteror di media sosial, atau melalui SMS, email,  dan telepon.

Dengan adanya perilaku bullying ini peranan orang tua sangat penting, dimana orang tua harus konsisten dalam mendidik anaknya, bersikap terbuka serta dialogis, tidak otoriter atau memaksakan kehendak.

Sedangkan bagi guru, hendaknya mengetahui tentang perilaku bullying termasuk jenis-jenis bullying sebagai antisipasi dan agar bisa menindaklanjuti kasus dengan tepat dan cepat.  


Baca Juga



Ada 2 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.228.044 Member Bergabung
Copyright © 2016 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com