Amalia Mardiah

Last login time
29 Mei 2014



headerBanner
Ketika Tur Tak Hanya Sekedar Menyenangkan

Ketika Tur Tak Hanya Sekedar Menyenangkan

IndiSchool - Myschool · Posted by Amalia Mardiah


Jumat, 4 April 2014 22:30 WIB 1570 2 4

Dear teman-teman sekalian, beberapa hari yang lalu

c-SAM_0802.JPG

saya telah mengunjungi beberapa tempat di kota Bandung bersama kakak kelas saya, kelas 11 Bahasa. Mayoritas perempuan dan 4 orang laki-laki termasuk pembimbing. Dan karena saya adalah salah satu anak kelas 10 yang dibimbing khusus untuk  menulis, saya diajak juga. Hihi (smile). Tentunya udah tau kan, kira-kira kemana aja tujuannya? Ya, tentunya ke tempat-tempat yang berhubungan dengan kebahasaan dan penulisan kita.

Pertama, kita ke STBA YAPARI-ABA Bandung di Jl. Cihampelas, sebuah sekolah tinggi yang mengkususkan bahasa asing sebagai kurikulum belajarnya. Sesampainya disana, kita dijelaskan tentang perkuliahan yang jurusan akademiknya Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Jerman dan Bahasa Jepang. Lalu kita berkeliling kelas yang jumlahnya mencapai 500-an. Emang gak semuanya kita kelilingin sih. Terus kita ke perpustakaan yang cukup luas. Nah, ini tempat favorit saya. Di ruangan itu, buku-bukunya tidak hanya buku lokal saja. Banyak buku yang terbit langsung dari luar negeri, misalnya Kamus Bahasa Inggris Oxford University sampai komik Doraemon dan Pikatchu yang teks hurufnya asli hiragana, katakana dan kanji. Lalu  kita ke aula terbuka. Disana kita di suguhi pertunjukkan tarian jepang yang telah dikolaborasikan dengan musik jaipong, asal ranah Sunda. Tariannya semangat banget. Loncat-loncatan, teriak-teriakan yang bunyinya kedengaran kaya “rokusho,rokusho” “shora,shora” gitu -__-. Tapi saya lupa nama tariannya. Lalu kita foto-foto sama dosen yang asli dari Jepang dan pulang ke bus untuk melanjutkan perjalanan.

Kedua, kita ke Museum Geologi. Nah, museum ini terdapat dua lantai yang terbagi menjadi tiga ruang pameran. Di lantai 2 ada dua ruang yang terletak di sayap kiri dan kanan, kemudian di lantai 1 ada satu ruang pameran di sayap kanan.

c-SAM_0842.JPG

Awalnya, kita langsung ke lantai dua sayap kanan. Kalo itu ruangan yang berisi bahan-bahan pertambangan. Misalnya jenis-jenis batuan. Saya juga sempet megang dikit batu kecubung (sst!) atau nama ilmiahnya batu amethyst. Warnanya ungu dan berkilau layaknya batu mulia kebanyakan. Konon katanya, batu ini dijadikan lambang kesetiaan oleh Ratu Cleopatra dan Pangeran Mark Antony (Antonius).

Selanjutnya, kita ke sayap kanan. Itu adalah ruangan yang berisi tentang contoh positif dan negatifnya geologi bagi kehidupan. Diantaranya ada benda-benda yang terkena lahar letusan Gunung Api Merapi beberapa waktu lalu. Ada televisi yang bagian belakangnya sudah seperti lelehan plastik yang beku. Sepeda-sepeda yang udah gak ada bannya lagi, termos, dan masih banyak lagi. Saya juga sempet ngeliat simulator gempa. Padahal saya yang nawarin, tapi saya gak mau naik. Akhirnya, kakak kelas saya yang nyoba. Mereka masuk ke suatu bilik dan menekan tombol tipe 1 dan tipe 2. Kelihatannya sih kaya mainan di TimeZone. Haha. Guncangannya masih kelihatan pelan. Tapi yang namanya gempa beneran, siapa yang bisa nyangka besarnya segimana? Nah, untuk simulasi, diadakanlah benda tersebut. 

Ruang terakhir yang kita kunjungi di museum geologi adalah ruang lantai satu sayap kanan. Geologi Indonesia. Ya. Semua peninggalan dari jaman baheula sampai sekarang, ada di sini. Yang paling banyak menyita kekaguman saya diantaranya adalah fosil yang kira-kira berbentuk seperti hewan Tyrex. Tau kan? Kalo gak tau, beli aja yupi-yupi yang bentuknya hewan kaya dinosaurus tapi berkaki dua di depan yang kecil. Lalu gajah dan mammoth yang rangka dan gadingnya masih terjaga meski udah keropos sana sini. Lalu tengkorak dari bentuk kepala yang ini sampai yang itu (saya gak berani lama-lama di rungan tersebut. Hehe). lalu, kalian bisa bayangin fosil keong laut purba dari Zaman Jura yang terkenal dengan hewan raksasanya yang berbentuk spiral setebal dinding dan seukuran jam dinding di sekolah saya. Dan itu udah jadi bentuk batu. Perjalanan selesai dan kita balik ke bus dan bersiap sholat zuhur.

Perjalan ketiga, kita ke Penerbit Mizan Pustaka di Jl. Cinambo Wetan. Disana kita diberi tahu cara pembuatan sebuah buku. Mulai dari dicetak di plat seng yang seukuran dua kali TV LCD, sampai di dibungkus plastik. Lalu, kita ke distributornya yang tinggal nyebrang jalan.

Sesi beli buku pertama, saya nyari buku fantasi buat referensi tulisan saya. Karena satu genre, saya pikir akan lebih mudah jika saya bisa mengembangkan ide-ide yang telah ada. Akhirnya, saya beli novel Mizan Fantasi yang judulnya “Ender’s Game” karangan Orson Scott Card.

Sesi beli buku kedua, saya ngeliat buku dari KKPK dan langsung teringat adik saya yang nun jauh di Batam. Dan saya memutuskan untuk membelinya sebagai hadiah agar dia juga hobi nulis kayak saya (smile). Karena KKPK adalah serial khusus anak Sekolah Dasar, siapa tahu dia berminat dan mulai menulis dari sekarang.

Sesi beli buku ketiga, saya jalan lagi dan ngeliat buku motivasi yang judulnya “Hafiz Cilik”. Alangkah bahagianya kalau dua adik laki-laki saya yang imutnya minta ampun juga bisa berbuat hal yang sama. Nah, kalau gini sih urusan mama papa deh. Hehe (smile).

Eh, bener lho. Dalam sebuah hadist diceritakan bahwa jika seorang anak menghafal Al-Quran, maka orang tuanya akan dihadiahkan mahkota yang bertahtakan intan dan permata dari surga. Bahkan ia dapat memasukkan 7 orang terdekat yang ia inginkan untuk masuk surga bersamanya dan hewan di dalam bumi tidak akan berani menyentuh jasadnya ketika telah dikuburkan. Subhanallah banget kan (smile). Assik.

Lanjut. penutupan terakhir adalah pulang! Hehe. tapi sebelum pulang, saya, kak Sarah NK, kak Venny SM dan Kak Ira R (karena dua orang dari Top Six1 gak ikut : Kak Rendie dan Fikran) diminta Kak Fatih buat berbincang-bincang sama pemilik Mizan tersebut, yang saya lupa namanya. Karena Kak Fatih juga penulis di Mizan dan ia pula yang membimbing Top Six, jadi punya akses besar terhadap Mizan *ceileh, promote.

Bagian yang ini, kita berdiskusi dan pihak Mizan bersedia menerbitkan naskah kita kalau udah fix maksimal jadi naskah. Yeah. Dan deadlinenya itu sekitar 3 bulan lagi (sedang saya 1 bulan baru 14 halaman. Hiks.hiks). Thanks kak. *gubrak.

c-SAM_0894.JPG

Dan yang paling penting bagi saya, saya bersyukur karena deadline-nya bukan besok. Hihi. Dan teman-teman, Saya yang bernama : AMALIA MARDIAH (caps lock cuy), akan menyelesaikan deadline tepat waktu (kalo gak ada halang rintang kaya outbond Pramuka). Siap!

Nah, tinggal tunggu dari kamu-kamu deh. Pertanyaannya :

1. Kapan kamu mau nulis?

2. Seperti apa target tulisan kamu?

3. Dan bakal jadi apa ke depannya ?

 

“a room without a book is like a body without a soul” – Mizan.

“brave to be a writer and you can doing more than better” – A.M Athena.

1 Top Six adalah suatu perkumpulan 6 orang anak calon penulis yang dibimbing langsung oleh Kak fatih Zam. Dalam pengarahannya, kita didominasi untuk menulis cerita fiktif seperti novel.

 

Baca Juga



Ada 2 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.214.219 Member Bergabung
Copyright © 2016 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com