Admin Myindischool

headerBanner
Kisah Dibalik Tugu Kebangkitan Nasional Indonesia

Kisah Dibalik Tugu Kebangkitan Nasional Indonesia

IndiSchool - Myinfo · Posted by Admin Myindischool


Rabu, 3 Mei 2017 8:56 WIB 848 1 1

Pernah berkunjung ke kota Solo? Pasti tau dong sebuah tugu yang Terletak di persimpangan jalan dr. Wahidin dan jalan Kebangkitan Nasional, Penumping. Bangunan berwarna putih itu berdiri di atas lahan seluas 140 meter persegi. Bentuk bangunannya memang tidak semegah monumen penting lain di negeri ini, hanya berbentuk lilin dengan nyala api di atasnya. Monumen tersebut adalah Monumen Kebangkitan Nasioanal atau biasa disebut juga Tugu Lilin. Lokasi tersebut juga selalu menjadi pusat kegiatan peringatan kebangkitan nasional yang digelar Pemerintah Kota Surakarta yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.Pemerhati sejarah Kota Solo, Mufti Raharjo, menyebut monumen itu menjadi bagian dari kemerdekaan Indonesia. Pada 1933, para tokoh pemuda di Tanah Air berkumpul di Solo dan membuat monumen tersebut. Mereka menggelorakan kembali semangat kebangkitan nasional melalui pembangunan monumen. Para pemuda berdatangan membawa sejumput tanah dari tempat asalnya dan dikumpulkan menjadi pondasi monumen tersebut. Ide untuk mendirikan monumen itu muncul dalam pertemuan Perserikatan Partai Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Solo. Mereka ingin memperingati 25 tahun kelahiran Budi Utomo melalui pembangunan tersebut. Tentu saja, Ketua Budi Utomo pada saat itu, Wuryaningrat, menjadi salah satu tokoh penting dalam proyek tersebut. Wuryaningrat merupakan bangsawan Keraton Kasunanan Surakarta yang aktif dalam pergerakan.

Peresmian tugu tersebut sebagai tugu Kebangkitan Nasional baru dilaksanakan tahun 1948, di saat Indonesia sudah merdeka namun masih banyak konflik internal antar golongan waktu itu. Tanggal 20 Mei 1948 diperingatilah 40 tahun Hari Kebangunan Nasional (istilah sebelum Kebangkitan Nasional) yang pertama . Ketuanya adalah Ki Hajar Dewantara, anggota Tjugito dari PKI, AM Sangadji dari Masyumi, Sabilal Rasjad dari PNI, Nyonya A. Hilal dari Kongres Wanita Indonesia, Tatang Mahmud dari IPPI dan H. Benyamin dari GPII.

Pembangunan monumen tersebut juga dihadiri pendiri Budi Utomo, dr Sutomo. Saat itu, Sutomo mengatakan, "Van Solo Begin de Victory." Artinya, dari Solo kemenangan dimulai.

 

Baca Juga



Ada 1 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.461.071 Member Bergabung
Copyright © 2017 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com