headerBanner
3 Ilmuwan Indonesia yang Mendunia

3 Ilmuwan Indonesia yang Mendunia

IndiSchool - Myinfo · Posted by


Kamis, 22 Januari 2015 15:29 WIB 1585 0 0

Tahukah Anda jika akhir-akhir ini dunia memperbincangkan karya-karya dan hasil pemikiran anak bangsa. Tentunya hal ini membuat masyarakat begitu bangga menjadi bagian dari Indonesia. Melihat prestasi yang mereka toreh terkenal hingga di kancah Internasional. Temuan mereka digunakan di mana-mana dan bermanfaat bagi banyak orang. Berikut ini 3 ilmuwan asal Indonesia dan temuan mereka yang mendunia.

  • Prof. DR. IR. Sedyatmo-Pondasi Cakar Ayam

Pria yang bernama lengkap Prof. DR. IR. Sedyatmo ini dikenal sebagai penemu Pondasi Cakar Ayam pada tahun 1962. Sedyatmo sering dijuluki "si kancil" karena terkenal dengan banyak akalnya dalam menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) (sekarang ITB) Bandung.

Karya pria yang lahir pada 24 Oktober 1909 ini sudah terkenal hingga dia meraih sejumlah penghargaan internasional. Diantaranya, pompa hidrolis, bendungan Jatiluhur, dan bahkan jembatan Suramadu.

Pondasi cakar ayam awalnya digunakan dalam pembuatan apron Pelabuhan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya, landasan bandara Polonia, Medan, dan landasan bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Hasil temuannya tersebut telah dipatenkan dan dipakai di luar negeri.

  • Dr. Mulyoto Pangestu-Penemuan Teknik Pembekuan Sperma

Dr. Mulyoto Pangestu yang lahir di Purwokerto pada 11 November 1963 ini adalah penemu teknik pengeringan sperma yang disebut sebagai evaporative drying. Dari penemuannya itu Mulyoto mendapat penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi Young Investor Awards, yang diadakan majalah The Far Eastern Economic Review (FEER) dan Hewlett Packard Asia Pasifik.

Penemuan Mulyoto sangat berguna bagi para ilmuwan dan dokter di negara sedang berkembang yang kekurangan biaya untuk mengadakan peralatan pendingin. Penemuan Mulyoto membuat decak kagum bagi ilmuwan dunia dan bagi ahli fisiologi reproduksi dan inseminasi buatan ini.

Hasil penemuan dari alumni Universitas Jenderal Soedirman dan University of Melbourneini adalah kemasan penyimpanan sperma kering dan beku yang tidak membutugkan penanganan khusus dan hasil dapat tetap dipakai meskipun dipakai bertahun-tahun.

  • IR. Tjokordar Sukawati - Metode Sosrobahu

Sekitar tahun 1980an IR. Tjokordar Sukawati menerima tantangan untuk membangun jalan layang di atas padatnya jalan lalu lintas Ibu Kota Jakarta yang membentang antara Cawang hingga Tanjung Priok.

Insinyur asal Bali ini mengajukan gagasan untuk membangun tiang tersebut sejajar dengan dibawahnya. Barulah setelah tiang ini selesai didirikan lengannya yang berbentuk T akan  diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.

Ia kemudian menggunakan sistem hidraulik  sehingga lengan beton seberat 80 ton dapat diputar dengan mudah. Dengan efektivitas waktu pembuatan dan minimnya gangguan arus lalu-lintas dan tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya. Karyanya ini menoreh hasil yang memuaskan dan terkenal hingga mendunia. (***)


Baca Juga



Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.


Please wait...


Ada 2.214.219 Member Bergabung
Copyright © 2016 IndiSchool - Indonesia Digital School. All Right Reserved
MyIndiSchool.com